Login Anggota

Statistik Kunjungan

000312802
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir Minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
40
88
330
686
1244
10556
312802

44.64%
6.47%
5.28%
0.90%
0.26%
42.45%
Online (15 menit yg lalu):33
33 tamu
tak ada anggota

IP Anda:107.20.115.174

PROFIL RUMAH TAHFIDZ KIAI MAROGAN

Rumah Tahfidz Kiai Marogan merupakan suatu bentuk pesantren mikro berbasis masjid yang bergerak dalam pendidikan tahfidz [hapalan] al-Qur’an, dimana pusat pembelajaran tahfidz-nya diadakan di masjid Kyai Marogan. Ide dasar pendirian lembaga ini, memang, untuk memakmurkan masjid, yaitu dengan kegiatan tahfidz al-Qur’an. Program Rumah Tahfidz Kiai Marogan (RTKM) digulirkan untuk mendukung program Gerakan Seribu Satu Masjid (GESSID) yang pernah dicanangkan Walikota Palembang beberapa tahun yang lalu, sebuah cita-cita untuk menjadikan Palembang kota religius.

Dengan konsep pesantren berbasis masjid ala rumah tahfidz, diharapkan keberadaan 776 Masjid yang berada di kota Palembang menjadi lebih makmur dengan kegiatan pembelajaran al-Qur’an yang intensif. Bukan hanya diisi dengan kegiatan seremonial Peringatan Hari Besar Islam.

Masjid Kyai Marogan merupakan masjid tua yang bersejarah, buah peninggalan Masagus KH. Abdul Hamid alias Kiai Marogan, sosok ulama legendaris pelopor dakwah Islam di Bumi Kesultanan Palembang Daarussalam. Kyai Marogan masih dikenang masyarakat Sumatera Selatan sampai sekarang. Hampir tiap hari, tak kurang 500 orang peziarah mengunjungi makam tersebut dari berbagai daerah.

Letak masjid ini memang sangat strategis. Dapat ditempuh melalui jalan darat dan laut. Dari jalan darat masuk melalui Stasiun Kereta Api Kertapati. Tetapi masyarakat lebih senang ke masjid ini dari arah sungai, menggunakan transportasi sungai seperti Kapal, speed boat, perahu mesin, perahu dayung. Letak masjid ini persis menghadap ke tepi sungai Musi dan muara sungai Ogan. Julukan Kyai Marogan pun diambil dari kata Muara Ogan atau muara sungai Ogan. Dari tepi sungai, bangunan masjid ini tampak anggun sedap dipandang mata.

Jantung kota Palembang memang terletak di tepi sungai, tepatnya di Benteng Kuto Besak, Jembatan Ampera. Visi dari Pemkot sendiri ingin mengembalikan sungai Musi sebagai denyut nadi kota Palembang. Sebagai sungai terpanjang, Sungai Musi, dapat menjangkau daerah-daerah se-Sumatera Selatan

"Karena posisi masjid yang tepat di tepi sungai Musi dan sungai Ogan inilah menjadikan Pemerintah Kota Palembang terpincut untuk mencantumkan masjid ini sebagai daftar objek kunjungan wisata pendukung Visit Musi," ujar Fauzan Yayan, pengurus Yayasan Kiai Marogan yang juga bertindak sebagai pembina Rumah Tahfidz Kiai Marogan.

Selain kawasan wisata ziarah, masjid ini merupakan pusat kegiatan dakwah bagi umat Islam di Palembang dan sekitarnya. Pelbagai pengajian digelar di masjid ini; mulai pengajian rutin fiqih, pengajian mingguan thariqah Sammaniyah, pengajian bulanan Majelis Dhuha Nasional, hingga pengajian al-Qur’an yang diadakan Rumah Tahfidz.

Rumah Cinta Quran

Update Hafalan Santri

Masjid Kiai Marogan

Klik gambar untuk perbesar!

 

Pengunjung Online

Kami memiliki 33 tamu dan tidak ada anggota online

Berita Terbaru

Galeri Foto