Kiai Marogan
Kiai Marogan yang dikenal merupakan ulama pelopor dakwah di Kota Palembang dan daerah Sumatera Selatan
Wisuda Tahfidz Al Quran santri Sumsel
176 santri tahfidz sumsel yang menghapal Al Quran diwisuda dan dihadiri oleh Mantan Imam Madinah Syeh Ali, Ketua DPR Marzuki Alie, dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin
Rumah Tahfidz Kiai Marogan
Salah satu tempat yang membina para penghafal Al-Qur’an di Metropolis yakni Rumah Tahfiz Ki Marogan, lokasinya di belakang Masjid Kiayi Merogan
Para Ustadz
Para ustadz dengan pengabdian penuh untuk dakwah.

Login Anggota

Statistik Kunjungan

000312776
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir Minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
14
88
304
686
1218
10556
312776

44.65%
6.47%
5.28%
0.90%
0.26%
42.44%
Online (15 menit yg lalu):8
8 tamu
tak ada anggota

IP Anda:107.20.115.174

Karena Peradaban Harus Ditulis, Intelektual Muda Islam Ajak Menulis

PELAMBANG, RIMANEWS - Masagus Ahmad Fauzan "Yayan", salah seorang intelektual muda Islam yang juga dai di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengajak para intelektual dan ulama Islam untuk aktif menulis dan membuat buku bermanfaat bagi masyarakat banyak.

"Nabi Muhammad SAW dan para ulama Islam besar umumnya selalu mengajarkan untuk aktif membaca dan menulis kitab yang bisa dipersembahkan untuk umat," kata Ustadz Yayan, saat menyampaikan tausiah pada halal bi halal keluarga besar Perum LKBN ANTARA Biro Sumsel, di Palembang, Minggu.

Dia mengingatkan, pesan berupa kata-kata dari seseorang ulama atau intelektual Islam bisa saja hilang menguap dan tanpa dokumen yang dapat disimpan, seandainya tidak ada yang menuliskannya dalam bentuk kitab atau buku.

"Tapi dengan menulis dan membuat kitab atau buku itu, akan membuat pesan dan ajaran yang disampaikan menjadi bermanfaat bagi umat umumnya," kata dia pula.

Seraya mengutip sejumlah ayat Al Quran dan hadits, Ustadz Yayan mengemukakan bahwa peradaban luhur manusia itu haruslah ditulis untuk dapat dipersembahkan kepada masyarakat dan generasi selanjutnya, sekaligus sebagai salah satu peninggalan yang berharga dan bermakna.

 

"Peradaban manusia itu harus ditulis, sehingga sebaiknya kita membiasakan diri dengan peradaban teks dan menuliskannya agar menjadi lebih bermanfaat dan abadi," ujar dia.

Dai muda lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) dan pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Rahman Kebayoran Baru, Jakarta itu mengingatkan bahwa banyak ulama-ulama besar Islam yang menjadi terkenal, karena meninggalkan kitab-kitab yang kemudian sangat bermanfaat sebagai dasar pengembangan agama, ilmu pengetahuan dan teknologi modern saat ini.

Bahkan beberapa ulama dan intelektual Islam itu menjadi terkenal di dunia, termasuk di negara-negara Barat, karena melalui kitabnya itu menjadi dasar pengembangan berbagai ilmu untuk kemanusiaan, seperti ilmu kedokteran modern.

"Mereka adalah para ulama yang luar biasa, bukan saja diakui karena keulamaannya melainkan juga telah melek terhadap iptek sejak dulu, sehingga kitab-kitab ditulis dan dihasilkan terus bermanfaat sampai sekarang," ujar dia pula.

Secara khusus Ustad Yayan juga mengajak kalangan generasi muda Islam, untuk secara utuh dapat menggali dan mempelajari isi kandungan Al Quran dan Hadits, sehingga dalam menjalani kehidupan di dunia dapat mencapai tujuan yang dikehendaki sesuai maksud penciptaan manusia oleh ALLAH SWT.

Apalagi dalam kehidupan dunia yang semakin kompleks saat itu, menurut dia, semua manusia terutama kalangan generasi muda seharusnya dapat belajar untuk menyeimbangkan kebutuhan jasmani dengan rohani agar tidak mudah menjadi bimbang dan akhirnya mengalami tekanan batin (stress).

"Marilah kita mendekatkan diri kepada Al Quran dan membaca serta mempelajarinya sampai tuntas dan ludes," ujar dai yang membentuk Club Sahabat Al Quran (CSQ) di Palembang itu pula.

Menurut dia, dengan mempelajari Al Quran secara utuh, dipastikan di dalamnya akan mendapatkan segala petunjuk yang diperlukan untuk menjalani kehidupan di dunia dan menyiapkan diri di akherat kelak secara lebih baik.

Dia justru menyayangkan, kecenderungan saat ini banyak umat Islam, termasuk kalangan generasi muda yang malah meninggalkan Al Quran dan Hadits serta beralih pada yang lain.

Padahal dunia sudah membuktikan sejak dulu bahwa peradaban maju dan modern di dunia ini, antara lain bersumberkan dari penerapan ajaran Al Quran sehingga kehidupan di dunia mengalami kemajuan sangat pesat, kata intelektual yang kini juga mengasuh Rumah Tahfidz Darussalam dan Masjid Kiai Merogan di Palembang itu lagi.

Dalam kemajuan peradaban dunia yang sangat pesat itu, terdapat peran para ulama besar dan intelektual Islam yang banyak menuliskan kitab atau buku berdasarkan petunjuk dan ilmu pengetahuan terkandung di dalam Al Quran, demikian Ustadz Yayan.

Halal bi halal keluarga besar LKBN ANTARA Biro Sumsel itu, diawali sambutan Kepala Biro, Budisantoso Budiman, dan dihadiri selain wartawan dan karyawan, juga para pensiunan dan keluarganya, dengan diakhiri bersalam-salaman dan ramah tamah serta makan bersama.[ant/ian]

Rumah Cinta Quran

Update Hafalan Santri

Masjid Kiai Marogan

Klik gambar untuk perbesar!

 

Pengunjung Online

Kami memiliki 8 tamu dan tidak ada anggota online

Berita Terbaru

Galeri Foto