Kiai Marogan
Kiai Marogan yang dikenal merupakan ulama pelopor dakwah di Kota Palembang dan daerah Sumatera Selatan
Wisuda Tahfidz Al Quran santri Sumsel
176 santri tahfidz sumsel yang menghapal Al Quran diwisuda dan dihadiri oleh Mantan Imam Madinah Syeh Ali, Ketua DPR Marzuki Alie, dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin
Rumah Tahfidz Kiai Marogan
Salah satu tempat yang membina para penghafal Al-Qur’an di Metropolis yakni Rumah Tahfiz Ki Marogan, lokasinya di belakang Masjid Kiayi Merogan
Para Ustadz
Para ustadz dengan pengabdian penuh untuk dakwah.

Login Anggota

Statistik Kunjungan

000312775
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Akhir Minggu
Bulan ini
Akhir bulan
Total
13
88
303
686
1217
10556
312775

44.65%
6.47%
5.28%
0.90%
0.26%
42.44%
Online (15 menit yg lalu):7
7 tamu
tak ada anggota

IP Anda:107.20.115.174

Peresmian Rumah Tahfidz yang ke-25 di Sumsel

PALEMBANG – Mencetak calon penghafal Alquran adalah salah satu poin yang ditekankan oleh Rumah Tahfidz Sumsel yang berada di bawah binaan dari Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran Tangerang oleh ustaz kondang Yusuf Mansyur. Karenanya, kembali didirikan rumah tahfidz yang terletak di Jl Bambang Utoyo, Pasar Lemabang, Palembang.

Menurut Ketua Forum Rumah Tahfidz Sumsel, ustaz Masagus Fauzan Yayan, ada keterkaitan yang erat antara masjid sebagai tempat ibadah dengan program yang dibentuk oleh Rumah Tahfidz Sumsel dengan menciptakan bibit-bibit yang nantinya diharapkan akan memakmurkan masjid. Rumah tahfidz berdiri dengan semangat dan motivasi bersama untuk mengembangkan pembinaan berkelanjutan mengenai pemahaman dan pengkajian Alquran.
“Hampir sama seperti pengajian TK/TPA. Hanya saja, perbedaannya pada  program yang lebih menekankan untuk mencetak penghafal Alquran. Alhamdulillah, ini menjadi rumah tahfidz ke-25 yang telah ada di Sumsel. Insya Allah akan ada dua lagi yang diresmikan pada tahun ini,” ungkapnya di sela-sela acara peresmian, kemarin malam (21/1).
Lokasi strategis yang berada tepat di seberang Pasar Lemabang membuat rumah tahfidz yang memberikan kesempatan bagi semua orang untuk belajar dan memperdalam Alquran ini, kata ust Yayan, menjadi salah satu tonggak untuk menciptakan hafiz (penghafal Alquran). Hal ini bertujuan untuk memakmurkan masjid.

“Ketika dalam satu lingkungan masyarakat ada sebuah rumah ibadah, yang harus dipikirkan kemudian adalah bagaimana cara kita untuk memakmurkan rumah Allah tersebut. Dengan adanya program berkelanjutan ini, kami tentu berharap sesuai dengan cita-cita awal didirikan di Tangerang oleh ust Yusuf Mansyur, yaitu mencetak bibit yang berguna bagi masyarakat dan tentu agama. Kini, hampir seluruh stakeholder yang ada mendukung apa yang kami lakukan, mulai dari pemerintahan hingga BUMN,” ujarnya.

Rumah tahfidz sendiri telah tersebar hampir di seluruh penjuru Palembang. Berisikan anak yatim piatu, dimana yang akan dijadikan hafiz di masa datang. Anak-anak ini pun dirumahkan dan disekolahkan seperti pesantren pada umumnya. Meski tak menutup kesempatan bagi masayarakat umum untuk ikut terlibat dan belajar.
Tidak ada yang berbeda dari pola belajar mengaji seperti biasa. Bahkan, guru ngaji dapat dipanggil ke rumah seperti pada umumnya. Satu hal yang menjadi kunci seluruh rumah tahfidz yang berada di bawah naungan PPPA Daarul Quran ini, adalah dengan DaQu Metode yang dikenalkan oleh ustaz Yusuf Mansyur.



“Dari banyak kewajiban yang sunah yang dijalankan oleh umat Islam, namun ciri khas yang pasti melekat dari rumah tahfidz adalah dengan pertama salat lima waktu tepat waktu, kedua salat Duha, ketiga salat Tahajud, keempat adalah mengkaji Alquran, terakhir dengan memperbanyak sedekah. Itulah yang diajarkan kepada santri yang ada,” tuturnya.

Bagi penyelenggara sekaligus pengelola Rumah Tahfidz Ki Merogan II, Teguh Haryanto, dirinya mengaku bangga bisa mendapat berkah untuk mengupayakan berdirinya rumah tahfidz ini. Selain dapat berbagi dengan masyarakat yang ada di sekitaran Lemabang, dirinya yakin, rumah tahfidzh juga akan dapat membentuk karakter anak muda yang semakin cinta kepada agama.

“Motivasi sederhana sebelum kami memulai untuk mendirikan rumah tahfidz ini adalah untuk berjuang di jalan Allah. Lebih dari itu, adalah bagaimana kita bersama dapat belajar dan berbagi tentang bagaimana untuk dapat berguna bagi orang kebanyakan dan tentu untuk menjadi mulia di hadapan Sang Khalik,” pungkasnya.Dalam acara peresmian tersebut, hadir pula General Manager Sumatera Ekspres, H Subki Sarnawi, yang menjadi pembina dalam struktur kepengurusan Rumah Tahfidz Sumsel. Untuk berkonsultasi maupun silaturahmi, bisa menghubungi Forum Rumah Tahfidz Sumsel dengan kontak 081388348164. (aja/via/ce4)

Rumah Cinta Quran

Update Hafalan Santri

Masjid Kiai Marogan

Klik gambar untuk perbesar!

 

Pengunjung Online

Kami memiliki 7 tamu dan tidak ada anggota online

Berita Terbaru

Galeri Foto